Minggu, 03 Januari 2010

FILM KARTUN JEPANG : SARANA BELAJAR YANG BAIK NAMUN BURUK


Oleh :

FAJAR DESCA NUGRAHA

Pend. Sejarah 2009

Serial Naruto

“Jurus seribu bayangan !” mungkin perkataan itu tidak asing bagi anak-anak yang sering menonton serial kartun Naruto. Kata-kata itu selalu dinantikan mereka saat melihat tokoh ini melawan musuh-musuhnya. Dari hal ini terlihat fenomena dominasi kartun jepang dalam dunia hiburan anak-anak. Lihat saja sebuah stasiun televisi swasta yang konsisten menayangkan kartun-kartun jepang dari pukul 6.30 s/d pukul 12.00 pada hari minggu. Atau stasiun televisi lain yang menayangkan kartun jepang pada pukul 18.00-19.00 pada hari senin sampai kamis , sabtu dan minggu. Jadi wajar saja jika anak-anak sering melakukan hal-hal yang dilakukan oleh tokoh idola mereka.
Sebelum membahas lebih jauh ke pembahasan selanjutnya perlu kita ketahui dulu, apa itu kartun?. Kartun adalah kata yang digunakan untuk menunjukan gambar bergerak atau animasi yang yang mempunyai ciri meniru benda maupun gerakan selayaknya keadaan nyata. Awalnya kartun itu dibuat dengan mengambar secara manual sehingga dapat dibayangkan berapa banyak tenaga yang dibutuhkan dan kertas yang terbuang untuk menggambar sebuah serial atau film kartun namun seiring berkembangnya teknologi gambar dan animasi juga dengan beredarnya program-program animasi yang mudah dioprasikan, orang awam pun kini bisa membuat kartun 2 dimensi dengan mudah. Bahkan animasi saat ini tidak hanya bersifat 2 dimensi tapi 3 dimensi.
Kembali lagi pada bahasan awal yaitu menonton film kartun khusunya film kartun jepang yang secara desain, teknik gambar animasi, teknik mewarnai, karakteristik tokoh, juga jalan ceritanya sangat kuat. Sebab serial kartun jepang umumnya diangkat dari komik atau lebih suka disebut dengan anime yang telah mempunyai alur cerita yang kuat, dinamis dan menarik. Hal ini disebabkan karena pada umumnya sebuah serial kartun jepang diangkat dari komik-komik best seller di jepang, contohnya Naruto, Death-Note, Dragon Ball, Yu-Gi-Oh, Ruroni Kenshin/Samurai X, Doraemon, Captain Tsubasa dan lain sebagainya yang pernah atau masih tayang di stasun televisi swasta Indonesia.

Serial Dragon Ball Z yang di angkat dari komik yang berjudul Dragon Ball
Ciri-ciri umum tokoh anime dari jepang adalah bermuka lancip atau bulat,bibir tipis atau kecil, bermata bulat besar, rambut umumnya unik dan berwarna-warni yang dikenal dengan kata harajuku yang di identikan dengan gaya rambut jepang.
Tema umum kartun jepang umumnya menceritakan tokoh utama yang bodoh, ceroboh, konyol namun mempunyai semangat yang tinggi juga rajin berlatih sperti pada tokoh Son Goku dalam Dragon Ball, Naruto dalam Naruto, You Asakura dalam Shaman King, Urameshi Yusuke dalam Yuyu Hakuso dan lain-lain.
Saya mengambil contoh serial Naruto yang menerangkan tentang pembentukan karakter seorang anak antara Naruto dan musuhnya Gaara yang akhirnya menjadi teman dimana Naruto sosok ninja cilik yang suka berbuat onar, nakal dan bodoh yang hidup dalam sebuah desa ninja Konohagakure yang dipimpin oleh kepala desa yang bergelar Hokage. Naruto menjadi nakal sebab dalam tubuhnya tersimpan kyubi atau siluman musang api berekor sembilan yang mengacaukan desa saat Naruto lahir dan untuk menyelamatkan desa, Hokage keempat yang menjadi pemimpin desa saat itu menyegel siluman itu dalam tubuh Naruto yang menyebabkan di perutnya terdapat segel yang mirip dengan bentuk obat nyamuk baker dan apabila ia marah kekekuatan siluman itu muncul dan naruto mempunyai kekeuatan yang hebat. Oleh karena itu Naruto kecil dikucilkan dari masyarakat karena dianggap jelmaan siluman itu. Kenakalan Naruto itu sebenarnya cara Naruto yang haus kasih sayang dan perhatian untuk mencari perhatian dari orang-orang sekitarnya.
Hal ini pun persis di rasakan oleh Gaara yang didalam tubuhnya juga terdapat siluman yaitu suliman pasir Ichibi yang berekor satu yang disegel dalam tubuhnya. Namun karena Naruto menemukan sosok yang ia anggap memperhatikannya yaitu temannya Sasuke dan Sakura, gurunya yaitu Iruka, Kakashi, sedangkan gaara tidak mempunyai sosok seperti itu bahkan ia mempunyai kejadian buruk yang membuatnya menjadi jahat ketika pengawal yang juga pamannya berhianat untuk membunuhnya yang pada akhirnya terbunuh oleh jurus pasir yang melindungi Gaara secara otomatis yang berasal dari kekuatan siluman pasir yang ada di tubuhnya. Hal itu pun menghantui dirinya hingga ia menjadi sosok jahat dan tidak percaya dengan orang lain yang dimanfaatkan oleh desa Sunagakure tempatnya tinggal sebagai senjata pemusnah masal untuk mengalahkan konoha.


Gaara dan Naruto dalam serial dan komik berjudul Naruto
Dari sekelumit uraian cerita di atas dapat dilihat dua orang manusia yang mempunyai masalalu yang sama-sama suram pun dapat bangkit da membuatnya semakin kuat. Hal ini berbeda dengan gaara yang terlarut dalam kesedihan karena tidak mempunyai sosok yang memperhatikannya yang membuatnya gelap mata dan mudah dimanfaatkan oleh orang lain.
Selain itu hal yang mencolok dari diri Naruto yang patut di teladani adalah sifatnya yang pantang menyerah walau lawan yang dilawannya lebih kuat. Dan yang menarik bagi saya pribadi adalah perkataannya dalam salah satu seri di mana ia berjanji pada sakura untuk membawa kembali Sasuke yang berhianat dapat kembali ke konoha yaitu : “Ninja sejati tidak akan menarik kembali ucapanya.”, di mana dari kata itu terlihat keteguhan dan konsistennya seorang Naruto memegang janji walau itu sulit tercapai namun ia enggan menarik kembali janjinya. Walau kita bukan ninja namun sebagai manusia sejati selayaknya kita tidak melanggar janji atau komitmen yang kita pegang.
Namun dari maraknya kartun jepang di Indonesia juga mempunyai hal-hal negatif, antara lain dari kebiasaan sholat magrib dan mengaji bagi anak-anak muslim. Sebab dari jam tayangnya terutama pada stasiun televisi yang menyangkan kartun ini pada waktu maghrib dapat mengganggu dan merubah kebiasaan sholat magrib berjamaah dan mengaji menjadi menonton kartun.
Selain itu dari segi prilaku dan sikap anak dengan banyaknya kartun bertema action orang tua harus waspada mengawasi anak-anaknya supaya tidak mempraktekan hal-hal bersifat kekerasan yang ditampilkan dalam film kartun. Sebab pada umumnya kartun baik kartun jepang maupun kartun barat terdapat unsur-unsur kekerasan.
Dari segi budaya dengan banyaknya film-film kartun jepang dapat dilihat dari prilaku anak-anak juga anak muda banyak yang terpengaruh oleh budaya jepang modern seperti gaya rambut harajuku. Sebab ia meniru gaya rambut tokoh-tokoh idolanya. Selain itu anak-anak dari kecil lebih mengenal budaya jepang dibanding budaya Indonesia negerinya sendiri.
Oleh karena itu solusi dari masalah ini adalah adanya pembatasan atau pembuatan acara anak-anak yang variatif, menarik dan bersifat keindonesiaan. Selain itu di Indonesia banyak sekali lulusan teknik informatika yang menguasai animasi untuk diberdayakan untuk membuata atau menghidupkan kembali pahlawan Indonesia seperti gundala putra petir, si buta dari gua hantu, panji tengkorak dan lain-lain.
Mengapa hal ini penting untuk diangkat sebab masalah ini berkaitan dengan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Menurut saya kartun jepang itu umumnya baik ditonton anak-anak karena kaya akan pesan dan isinya berupa motivasi dan proses perubahan ke tingkat yang lebih baik yang patut kita contoh dan teladani di antara persaingan film-film dewasa Indonesia yang bersifat melankolis. Namun orangtua harus mendampingi dan mengawasi anaknya secara kritis untuk memilah dan memberi penjelasan mana yang baik dan patut ditiru dengan hal yang buruk yang tidak pantas dilakukan.
Selain mendampingi dan mengawasi isi film secara langsung orang tua juga harus menjelaskan dan memperkenalkan budaya Indonesia tidak kalah menarik dengan budaya jepang tersebut sehingga anak-anak ini tidak lupa dengan budaya aslinya.
Selain itu juga para kartunis, komikus dan perusahaan film local sejak kini berusaha mengembangkan serial kartun yang menarik, mempunyai cerita yang kuat, mendidik dari akidah, akhlaq dan bersifat keindonesiaan.

Silahkan berkomentar pada kolom di bawah ini :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar